Sejak diluncurkan oleh
MarkZuckerberg pada tahun 2004, Facebook telah menjelma menjadi media sosial
terbesar dengan total satu miliar pengguna. Tak heran bahwa kesuksesan
perusahaan raksasa ini dapat menjadi magnet tersendiri bagi para pencari kerja.
Seleksi penerimaan pegawai di
Facebook pun tergolong sangat ketat. Lalu apa saja sebenarnya tipe pegawai yang
dicari oleh Facebook?
Vice President Facebook bagian
Sumber Daya Manusia Lori Goler menuturkan beberapa sifat yang harus dimiliki
oleh pegawai Facebook seperti dilansir dalam Business Insider, beberapa
waktu lalu.
1. Berani
Ketika CEO dan pendiri
Facebook Mark Zuckeberg memutuskan untuk menjadikan Facebook sebagai perusahaan
terbuka, ia melakukan langkah yang dinilai sangat berani.
Selain itu, Mark juga pernah
dengan beraninya membeli Snapchat dengan nilai valuasi ratusan juta dolar
Amerika Serikat (AS) yang ketika itu masih berupa perusahaan rintisan baru.
Goler mengungkap, keberanian
dalam bertindak dan mengambil keputusan merupakan satu sifat yang harus
dimiliki oleh setiap pegawai Facebook.
2. Fokus terhadap manfaat
Bukan hanya berani, seluruh
pegawai Facebook juga harus mempunyai kepedulian yang tinggi pada lingkungan.
Dengan jiwa inovasi yang tinggi, mereka bukan hanya mampu untuk menciptakan
inovasi baru di bidang teknologi namun juga harus tetap memperhatikan efek yang
dihasilkan pada lingkungan sekitar.
3. Dinamis
Salah satu sifat yang
ditanamkan Zuckerberg untuk para pegawainya di Facebook adalah untuk selalu
bergerak dinamis dalam menghadapi perubahan.
“Jangan takut kalau dalam
pelaksanaannya akan membuat kesalahan, justru takutlah apabila Anda bergerak
terlalu lambat,” ungkap Goler.
4. Terbuka terhadap perubahan
Facebook selalu mengedepankan
kultur kerja yang selalu terbuka terhadap perubahan serta ide inovasi yang
dimiliki oleh setiap pegawainya. Hal ini mendorong perusahaan untuk selalu
berevolusi ke arah yang lebih baik.
5. Membangun nilai sosial
Goler menjelaskan salah satu
kekuatan Facebook adalah selalu mengedepankan kemampuan yang dimiliki oleh
setiap pegawainya.
Mereka tidak terfokus dengan
kekurangan, justru mereka malah lebih menonjolkan nilai sosial yang dapat
ditawarkan setiap individu perusahaan yang nantinya dapat membuat lingkungan
kerja menjadi lebih dinamis.
Sumber:liputan6.com