Human Resource Development
(HRD) merupakan ujung tombak perusahaan yang menerima karyawan baru. Sebelum
menghadapi wawancara dengan calon atasan, semua kandidat pencari kerja harus
berhadapan terlebih dulu dengan pihak HRD.
Tapi apakah Anda tahu bahwa
ada beberapa hal yang disembunyikan HRD bila berhubungan dengan calon pelamar? Berikut beberapa hal yang sebenarnya
dirahasiakan HRD dari para pelamar seperti dlilansir dari Majalah Reader’s
Digest beberapa waktu lalu:
1. Hindari melamar langsung
ke HRD
Banyaknya lamaran yang masuk
ke meja HRD terkadang membuat proses rekrutmen memakan waktu lebih lama. Untuk
menghindari hal ini, Anda dapat mencoba mencari koneksi seseorang di perusahaan
tersebut atau langsung melamar lewat manajer divisi yang Anda inginkan.
Pihak HRD sering kali tidak
bisa menentukan seseorang bisa diterima atau tidak di sebuah perusahaan, karena
biasanya keputusan berada di tangan calon atasan Anda. Jika Anda melamar
langsung ke calon atasan atau seseorang yang Anda kenal, prosesnya bisa jauh
lebih cepat.
2. Gunakan nama email yang
baku
Saat melamar pekerjaan
menggunakan email, hindari account email dengan nama norak atau yang
membuat Anda terkesan tidak serius.
Kalau perlu, buat khusus
satu email dengan username nama Anda sendiri agar Anda terlihat lebih
professional. Seringkali HRD langsung melewatkan email yang memakai
nama-nama aneh pada username nya.
3. Gunakan CV yang singkat,
padat dan jelas
CV panjang bukan tidak
berarti menjadikan Anda lebih baik. Pihak HRD tidak punya waktu banyak untuk
membaca resume yang lebih dari dua halaman karena dianggap kebanyakan
dan bertele-tele, sementara banyak lamaran lain yang menunggu untuk dibaca.
Coba baca kembali CV Anda,
apakah ada pengalaman dan informasi yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan
yang dilamar? Kalau ada sebaiknya Anda hapus saja.
4. Bangun koneksi
Mungkin ini sudah jadi
rahasia umum dan sering terjadi di Indonesia. Proses rekrutmen terkadang
didasari dari koneksi yang sudah dibangun. Kernyataan ini juga menunjukkan
bahwa HRD bisa lebih memilih kandidat yang memiliki koneksi kendati masih
banyak calon lain yang lebih bagus.
5. Menulis cover letter
sesuai
Pastikan di cover
letter dan CV Anda menuliskan pengalaman kerja dan skill sesuai dengan
yang dicari di iklan lowongan pekerjaan tersebut. Perhatikan kata kuncinya dan
gunakan kata-kata tersebut di lamaran Anda.
Misalnya, perusahaan sedang
mencari staf Finance yang berpengalaman di industri perbankan, maka pastikan di
dalam cover letter dan CV Anda termuat kata-kata finance, bank,
dan perbankan.
By Vina A Muliana di
